Siswa kelas XI Broadcasting dan Perfilman memproduksi dokumenter berjudul Seragi Gupak yang mengangkat inovasi kuliner serabi tradisional. Karya ini mengeksplorasi perpaduan rasa autentik dengan presentasi modern untuk menarik minat generasi muda. Dokumenter tersebut menampilkan proses pembuatan, wawancara, dan nilai budaya di balik sajian kreatif tersebut.
Proyek ini menjadi sarana pembelajaran keterampilan produksi audio visual, mulai dari penulisan naskah hingga penyuntingan. Selain mengasah kemampuan teknis, karya ini bertujuan menanamkan nilai kewirausahaan dan upaya pelestarian warisan kuliner lokal. Dokumenter ini membuktikan potensi kreativitas siswa dalam mengemas tradisi melalui media visual yang informatif.
Seragi Gupak – Serabi Tradisi dalam Balutan Kreasi”

Dalam rangka pembelajaran berbasis proyek, siswa kelas XI Broadcasting dan Perfilman menghadirkan sebuah karya features dokumenter yang mengangkat kekayaan kuliner lokal: Seragi Gupak. Karya ini merupakan sebuah inovasi kreatif pada serabi tradisional yang dikemas dengan konsep unik dan modern untuk menarik minat generasi muda. Melalui dokumenter ini, para siswa mengeksplorasi perpaduan antara cita rasa autentik khas daerah dengan presentasi kekinian yang segar, kreatif, dan informatif.
Features ini mengeksplorasi perjalanan sebuah makanan sederhana yang bertransformasi menjadi sajian kreatif bernilai budaya dan ekonomi. Seragi Gupak tidak sekadar serabi biasa. Dengan perpaduan tekstur lembut, aroma khas adonan tradisional, serta topping dan penyajian yang inovatif, makanan ini menghadirkan pengalaman rasa sekaligus visual yang menarik bagi generasi muda.
Melalui pendekatan sinematik dokumenter, karya ini menampilkan proses pembuatan Seragi Gupak dari awal hingga penyajian, disertai wawancara dengan pembuatnya, cerita inspirasi di balik konsep uniknya, serta respon para penikmat kuliner. Visual close-up adonan yang dituang, suara desisan wajan, hingga tampilan akhir yang menggugah selera, dirangkai untuk menciptakan atmosfer hangat dan autentik.
Lebih dari sekadar liputan makanan, features ini menjadi media pembelajaran keterampilan produksi audio visual, mulai dari perencanaan naskah, pengambilan gambar, tata suara, hingga proses editing. Sekaligus, karya ini menanamkan nilai kewirausahaan dan pelestarian budaya kuliner lokal.
“Seragi Gupak – Serabi Tradisi dalam Balutan Kreasi” adalah bukti bahwa kreativitas siswa mampu mengangkat warisan rasa menjadi karya visual yang inspiratif, informatif, dan layak dinikmati oleh semua kalangan.
